Pematangsiantar, sering disebut HONDA138 Siantar, adalah kota terbesar kedua di Sumatera Utara setelah Medan. Kota ini terkenal sebagai kota transit menuju Danau Toba, tetapi siapa sangka, Siantar juga menyimpan kekayaan kuliner tradisional yang lezat dan unik. Letaknya yang strategis membuat kota ini menjadi persimpangan budaya Batak, Tionghoa, dan Melayu, sehingga menghasilkan berbagai hidangan yang khas dan beragam rasa.
Ciri Khas Kuliner Pematangsiantar
- Penggunaan rempah lokal – seperti andaliman, bawang Batak, jahe, dan asam cikala yang memberi cita rasa khas.
- Rasa kuat dan pedas – perpaduan gurih, pedas, dan aroma rempah yang tajam.
- Tekstur bervariasi – dari kenyal seperti mie gomak, lembut seperti roti ganda, hingga renyah seperti ayam goreng khas Batak.
- Pengaruh budaya beragam – terlihat dari hidangan Batak, olahan Tionghoa, dan sentuhan Melayu.
Makanan Khas Pematangsiantar
1. Mie Gomak

Disebut “spaghetti Batak”, mie gomak terbuat dari mie lidi tebal, disajikan dengan kuah santan bercampur andaliman atau digoreng kering dengan sambal. Rasanya pedas, gurih, dan aromanya khas, biasanya dijadikan sarapan.
2. Roti Ganda

Roti legendaris yang lembut dan tebal. Biasanya diisi selai srikaya atau mentega manis. Roti ini menjadi oleh-oleh khas Siantar dan cocok dinikmati dengan kopi panas.
3. Sangsang

Hidangan tradisional Batak dari daging babi yang dimasak dengan darah segar, andaliman, jahe, bawang, dan serai. Rasanya pedas gurih dan aromatik, biasanya disajikan dalam pesta adat.
4. Kok Tong Coffee

Kopi legendaris Siantar, diseduh secara tradisional menggunakan kain saring, menghasilkan aroma dan rasa yang khas. Kopi ini populer dinikmati bersama Roti Ganda.
5. Natinombur

Ikan nila atau mujair bakar disiram bumbu khas Batak berbahan andaliman, bawang merah, jahe, dan asam cikala. Rasanya pedas, segar, dan gurih.
6. Arsik Ikan Mas

Ikan mas dimasak dengan bumbu kuning kental dari kunyit, bawang, andaliman, dan asam cikala. Hidangan ini sering hadir pada acara adat Batak.
7. Lapet

Kue tradisional terbuat dari tepung beras, gula merah, dan parutan kelapa, dikukus dalam daun pisang. Rasanya manis dan gurih, cocok untuk camilan sore.
8. Itak Gurgur

Olahan tepung beras sangrai dicampur parutan kelapa. Biasanya disajikan dalam upacara adat sebagai simbol kelancaran rezeki.
9. Ombus-ombus

Kue manis berbentuk kerucut, terbuat dari tepung beras dan gula merah, dibungkus daun pisang. Namanya berasal dari cara makan yang harus ditiup agar tidak panas.
10. Ikan Sale
Ikan diasap kemudian dimasak menjadi gulai atau tumisan pedas. Aroma asapnya khas dan membuat lauk ini populer.
Pengaruh Budaya dalam Kuliner Siantar
- Budaya Batak: Memperkenalkan bumbu khas, andaliman, dan olahan berbahan ikan air tawar.
- Budaya Tionghoa: Terlihat pada hidangan mie, bakpao, dan jajanan roti.
- Budaya Melayu: Memberi sentuhan santan pada gulai dan hidangan berkuah.
Kombinasi ini membuat kuliner Siantar kaya rasa dan bervariasi.
Tempat Berburu Kuliner di Pematangsiantar
- Pasar Horas – Tempat jajanan tradisional seperti lapet, ombus-ombus, dan gorengan.
- Kedai Kopi Kok Tong – Ikon kopi legendaris.
- Toko Roti Ganda – Pusat roti klasik dan oleh-oleh khas.
- Warung Mie Gomak – Banyak dijumpai di pinggir jalan saat pagi hari.
- Rumah Makan Batak – Menyajikan arsik, sangsang, dan natinombur.
Kesimpulan
Kuliner Pematangsiantar adalah gabungan rasa pedas, gurih, dan aroma rempah yang kaya, mencerminkan keberagaman budaya di kota ini. Mie gomak yang pedas, roti ganda yang manis, serta sangsang dan arsik yang khas, semua membawa pengalaman rasa yang berbeda dan autentik. Mengunjungi Pematangsiantar tidak lengkap tanpa mencicipi kuliner lokalnya, yang sekaligus menjadi jendela budaya dan tradisi masyarakat Batak.