HONDA138 Kabupaten Bangka, dengan Kota Sungailiat sebagai ibu kotanya, bukan hanya terkenal karena pantai-pantai yang mempesona seperti Pantai Parai Tenggiri atau Pantai Matras. Sungailiat kerap dijuluki surganya pencinta seafood karena ragam hidangan lautnya yang melimpah. Letaknya yang strategis di pesisir Pulau Bangka membuat Sungailiat memiliki akses melimpah terhadap hasil laut segar, yang kemudian diolah menjadi beragam masakan khas bercita rasa unik.
Kuliner Sungailiat lahir dari warisan laut melimpah dan pengaruh budaya Melayu, Tionghoa, serta etnis lokal yang telah menyatu dalam kehidupan masyarakatnya selama berabad-abad. Perpaduan inilah yang menghasilkan hidangan dengan cita rasa khas, memadukan bumbu rempah Nusantara dengan teknik masak khas peranakan.
Berikut adalah beberapa makanan khas Kabupaten Bangka, khususnya Sungailiat, yang wajib dicoba.
1. Lempah Kuning

Lempah kuning merupakan hidangan khas Bangka yang selalu berhasil memikat lidah setiap orang yang mencicipinya. Kuahnya berwarna kuning cerah dari kunyit, memberikan aroma harum sekaligus rasa gurih pedas yang segar. Di Sungailiat, lempah kuning umumnya dibuat dengan bahan utama ikan tenggiri, kerapu, atau kakap merah yang baru ditangkap dari laut.
Bumbu lempah kuning terdiri dari kunyit, bawang merah, bawang putih, cabai, lengkuas, dan terasi yang dihaluskan, lalu dimasak bersama nanas atau belimbing wuluh sebagai penambah rasa asam alami. Hasilnya adalah sup ikan dengan rasa pedas, asam, dan gurih yang berpadu sempurna. Masyarakat setempat biasanya menyantap lempah kuning bersama nasi putih hangat, seringkali sebagai hidangan utama saat makan siang.
2. Otak-Otak Bangka

Otak-otak Bangka di Sungailiat memiliki ciri khas tersendiri. Terbuat dari campuran daging ikan tenggiri segar yang dilumat halus, dicampur dengan santan, tepung sagu, dan bumbu seperti bawang putih, lada, serta garam. Adonannya dibungkus daun pisang dan dipanggang di atas bara api hingga matang.
Berbeda dengan otak-otak dari daerah lain yang cenderung manis, otak-otak Bangka menawarkan rasa gurih dengan sentuhan pedas ringan, yang semakin lezat ketika dinikmati bersama cuka pedas khas setempat yang terbuat dari cabai, bawang putih, dan cuka aren.
Di Sungailiat, otak-otak banyak dijual di pasar tradisional, warung pinggir jalan, hingga restoran besar.Kuliner ini juga menjadi oleh-oleh favorit wisatawan yang berkunjung ke Bangka.
3. Kemplang

Kemplang adalah kerupuk khas Bangka yang dibuat dari ikan segar dan tepung sagu. Setelah dibentuk pipih, adonan kemplang dijemur hingga kering, lalu dipanggang di atas bara api atau digoreng. Versi panggang memiliki aroma asap yang khas dan tekstur renyah gurih.
Di Sungailiat, kemplang biasanya disajikan sebagai camilan atau pelengkap makan siang, terutama untuk menemani lempah kuning atau hidangan ikan lainnya. Rasanya gurih dengan aroma ikan yang kuat, membuatnya mudah disukai.Tak heran jika kempIang menjadi saIah satu oleh-oleh yang paling diburu wisatawan.
4. Lakse

Lakse merupakan hidangan mi khas Bangka yang terbuat dari tepung beras, dibentuk memanjang seperti bihun tebal, lalu disajikan dengan kuah kari ikan berbumbu rempah pekat. Kuahnya biasanya berwarna kuning kemerahan karena perpaduan kunyit dan cabai, dengan aroma santan yang gurih.
Di Sungailiat, lakse sering dihidangkan pada acara-acara tertentu, seperti pesta pernikahan atau perayaan tradisional. Rasanya yang kaya rempah membuatnya cocok disantap di pagi atau siang hari. Selain itu, karena porsinya cukup mengenyangkan, lakse sering dijadikan pengganti nasi.
5. Cucur Bangka

Cucur Bangka adalah kue tradisional yang terbuat dari campuran tepung beras, gula merah, dan santan, kemudian digoreng hingga bagian tepinya renyah dan tengahnya lembut. Kue ini memiliki rasa manis legit dan aroma khas gula merah.
Di Sungailiat, cucur sering disajikan sebagai hidangan penutup atau camilan sore ditemani secangkir kopi hitam Bangka. Meskipun sederhana, kue cucur menjadi bagian dari tradisi kuliner masyarakat setempat, terutama pada acara kumpul keluarga.
6. Gangan

Gangan sebenarnya mirip dengan lempah kuning, tetapi memiliki variasi rasa dan bahan. Gangan adalah istilah lokal untuk masakan berkuah kuning asam pedas yang menggunakan berbagai jenis ikan atau seafood, seperti kepiting, udang, atau cumi-cumi.
Gangan di Sungailiat sering menggunakan tambahan sayuran seperti kacang panjang atau daun kedondong untuk memperkaya rasa. Bumbunya yang segar membuat gangan menjadi hidangan favorit, terutama ketika disantap hangat setelah seharian beraktivitas di pantai.
7. Bong Li Piang

Bong Li Piang adalah kue khas Bangka yang mendapat pengaruh kuat dari budaya Tionghoa. Bentuknya bulat pipih dengan isian manis seperti nanas atau kacang hijau, dibungkus adonan tepung yang renyah di luar namun lembut di dalam.
Kue ini biasanya hadir pada perayaan Imlek atau acara keluarga besar, tetapi kini juga banyak dijual di toko oleh-oleh Sungailiat. Rasa manis dan teksturnya yang lembut membuat Bong Li Piang cocok dijadikan teman minum teh.
Ciri Khas Kuliner Sungailiat
Kuliner Sungailiat memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari daerah lain:
- Bahan Laut Segar – Hampir semua hidangan utamanya berbahan ikan, udang, atau kepiting segar.
- Dominasi Bumbu Rempah – Menggunakan kunyit, lengkuas, dan cabai untuk menghasilkan rasa segar pedas.
- Pengaruh Budaya Tionghoa dan Melayu – Perpaduan dua budaya ini terlihat pada teknik masak, jenis kue, dan penggunaan sagu.
- Kearifan Lokal – Banyak resep diwariskan turun-temurun tanpa perubahan besar, menjaga keaslian rasa.
Penutup
Makanan khas Kabupaten Bangka, terutama di Kota Sungailiat, adalah potret kekayaan kuliner pesisir yang memadukan hasil laut segar dengan rempah pilihan. Setiap hidangan tidak hanya menyajikan rasa yang lezat, tetapi juga menyimpan cerita tentang sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat setempat.
Bagi para pecinta kuliner, mencicipi lempah kuning yang pedas segar, otak-otak gurih, hingga kue cucur manis adalah pengalaman yang tak terlupakan. Sungailiat membuktikan bahwa kekayaan alam dan budaya bisa bersatu dalam sepiring makanan, menghadirkan kenangan rasa yang membuat siapa pun ingin kembali.