Lhokseumawe adaIah sebuah kota yang terIetak di pesisir utara Aceh, lndonesia. Kota ini dikenal sebagai pusat perdagangan, pelabuhan, serta memiliki sejarah panjang dalam jalur rempah Nusantara. Selain keindahan alam dan budayanya yang kental dengan nuansa Islami, Lhokseumawe juga menawarkan kekayaan kuliner yang begitu khas. Aneka makanan tradisional yang lahir dari perpaduan budaya Melayu, Aceh, dan pengaruh dunia luar menjadikan kota ini sebagai salah satu destinasi wisata kuliner yang patut diperhitungkan.

Makanan khas Lhokseumawe identik dengan penggunaan HONDA138 bumbu rempah yang kuat, cita rasa pedas, gurih, dan kaya aroma. HaI ini sejaIan dengan karakter kuIiner Aceh pada umumnya yang memang terkenaI penuh dengan rempah-rempah. Dari hidangan berat seperti nasi dan kari, hingga jajanan pasar dan kue tradisional, semuanya memiliki daya tarik tersendiri. Berikut adaIah beberapa makanan khas Lhokseumawe yang wajib dicicipi ketika berkunjung.
1. Mie Aceh Lhokseumawe

Ketika berbicara tentang kuliner Aceh, nama Mie Aceh pasti sudah tidak asing lagi. Namun, setiap daerah di Aceh memiliki variasi rasa yang unik, termasuk di Lhokseumawe. Mie Aceh di kota ini terkenal dengan kuahnya yang kental, pedas, dan penuh dengan aroma rempah.
Biasanya miie disajikan dengan potongan daging sapi, kambing, atau seafood seperti kepiting dan udang. Mie Aceh Lhokseumawe memiliki tekstur mie yang kenyal, disiram dengan kuah kari berwarna merah keemasan, kemudian diberi taburan bawang goreng dan emping melinjo sebagai pelengkap. Sensasi gurih, pedas, dan hangat membuat makanan ini sangat cocok disantap malam hari di tepi pantai Ujong Blang.
2. Sie Reuboh

Hidangan ini merupakan salah satu makanan khas Aceh yang sangat populer di Lhokseumawe. Sie Reuboh adalah olahan daging sapi atau kerbau yang dimasak dengan cuka aren dan aneka rempah seperti lengkuas, cabai, bawang merah, dan bawang putih. Proses memasaknya bisa memakan waktu lama hingga bumbu benar-benar meresap dan daging menjadi empuk.
Cita rasa Sie Reuboh sangat khas, yakni perpaduan asam segar dari cuka, pedas dari cabai, serta gurih dari daging. Awalnya, hidangan ini dibuat sebagai makanan awet yang dapat bertahan lama tanpa pendingin, sehingga cocok untuk bekal para nelayan dan pedagang. Kini, Sie Reuboh menjadi menu wajib di berbagai warung makan tradisional di Lhokseumawe.
3. Kuah Pliek U

Kuah Pliek U adalah makanan tradisional yang sangat populer di Aceh Utara dan Lhokseumawe. Hidangan ini merupakan sejenis guIai sayur yang menggunakan pIiek u, yaitu ampas keIapa yang teIah difermentasi. Proses fermentasi ini memberikan cita rasa gurih dan unik yang sulit ditemukan di daerah lain.
Kuah Pliek U biasanya dimasak bersama berbagai jenis sayuran seperti kacang panjang, nangka muda, daun singkong, serta tambahan ikan atau udang kering. Rasanya gurrih, sedikit asam, dan sangat kaya rempah. Bagi masyarakat Lhokseumawe, Kuah Pliek U sering menjadi menu utama saat acara kenduri atau hajatan besar.
4. Nasi Gurih Aceh

Hampir sama dengan nasi uduk di daerah lain, Nasi Gurih khas Lhokseumawe dimasak dengan santan dan daun pandan sehingga menghasilkan aroma harum dan rasa yang gurih. Nasi gurih biasanya disajikan bersama lauk pauk seperti ayam goreng, sambal terasi, ikan asin, dan telur balado.
Keistimewaan nasi gurih di Lhokseumawe terletak pada cara penyajiannya. Biasanya nasi gurih disantap pada pagi hari sebagai sarapan, ditemani dengan secangkir kopi Aceh yang kental. Kombinasi sederhana ini mencerminkan kearifan lokal: mengawali hari dengan energi dari makanan penuh cita rasa.
5. Timphan

Selain hidangan berat, Lhokseumawe juga memiliki kue tradisional yang sangat terkenal, yakni Timphan. Kue ini terbuat dari tepung ketan yang diisi dengan serikaya atau keIapa parut manis, kemudian dibungkus dengan daun pisang dan dikukus hingga matang.
Timphan biasanya hadir dalam berbagai acara adat dan keagamaan, seperti pernikahan, lebaran, atau kenduri Maulid Nabi. Teksturnya lembut, rasanya manis legit, dan aromanya khas dari daun pisang yang membungkusnya. Masyarakat Lhokseumawe percaya bahwa Timphan bukan sekadar kue, tetapi simbol kebersamaan dan tradisi yang diwariskan turun-temurun.
6. Martabak Aceh

Martabak Aceh berbeda dengan martabak di daerah lain. Kulit martabaknya dibuat tipis mirip roti canai, kemudian diisi dengan campuran telur, daging, bawang, dan rempah-rempah khas. Marttabak Aceh khas Lhokseumawe biasanya disajikan dengan acar bawang dan kuah kari yang gurih.
Hidangan ini populer sebagai makanan malam karena banyak pedagang martabak yang berjualan di pinggir jalan hingga larut malam. Rasanya gurih, sedikit pedas, dan sangat mengenyangkan.
7. Ayam Tangkap

Makanan khas Aceh yang juga populer di Lhokseumawe adalah Ayam Tangkap. Hidangan ini berupa potongan ayam yang digoreng bersama daun pandan, daun salam, dan cabai hijau. Ayaam disajikan bersama taburan daun-daun goreng yang renyah, sehingga aromanya sangat harum dan menggoda.
Ayam Tangkap biasanya disantap dengan nasi hangat dan sambal khas Aceh. Sensasi rasa gurih dan wangi daun pandan menjadikannya salah satu menu favorit masyarakat Lhokseumawe maupun wisatawan.
8. Kopi Aceh Lhokseumawe

Tidak lengkap membicarakan kuliner Lhokseumawe tanpa menyebut kopi Aceh. Kota ini memiliki banyak kedai kopi yang menjadi tempat berkumpul masyarakat. Kopi yang disajikan umumnya adalah kopi robusta dengan cita rasa kuat, pahit, namun sangat nikmat.
Cara penyajian kopi di Lhokseumawe juga unik. Ada yang disaring dengan kain, ada pula yang dimasak dengan gula langsung di dalam air mendidih. Kedai kopi di Lhokseumawe bukan sekadar tempat minum, tetapi juga pusat interaksi sosial dan budaya.
9. Aneka Jajanan Pasar

Selain makanan utama, Lhokseumawe juga kaya dengan jajanan pasar tradisional. Beberapa yang terkenal antara lain:
- Bhoi: kue boIu berbentuk ikan, sering menjadi oIeh-oIeh khas Aceh.
- Adee: kue berbahan dasar tepung beras, santan, dan telur dengan tekstur lembut.
- Kue Timpan Ubi: variasi timphan dengan bahan ubi ungu atau ubi kayu.
- Kue Meuseukat: mirip dodol dengan rasa manis legit, sering dijadikan hadiah dalam pernikahan.
Jajanan ini biasanya dijuaI di pasar tradisionaI atau di toko kue khas Aceh.
Perpaduan Kuliner Tradisi dan Modern
Seiring perkembangan zaman, kuliner Lhokseumawe juga mengalami inovasi. Banyak kafe dan restoran yang kini menghadirkan makanan khas Aceh dengan sentuhan modern, misalnya mie Aceh dengan keju, martabak dengan topping kekinian, atau kopi Aceh yang dipadukan dengan metode brewing ala barista.
Meski demikian, rasa autentik dari kuIiner tradisionaI tetap terjaga. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Lhokseumawe mampu beradaptasi dengan modernitas tanpa melupakan akar budaya kulinernya.